Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 19 Oktober 2011

my short stories :)


 Brownies
 By:Novy Adityasari

Siang ini langit sungguh cerah. Matahari tampaknya sedang  tersenyum riang. Siang  ini tepat pukul 13.12 genap aku telah berusia 15 tahun. Siang ini teman-teman juga memberikan surprise yang tak kuduga-duga. Mereka membawakanku kue tart dan meyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama setelah seharian ini mereka mengerjaiku habis-habisan. Mulai dari di cuekin, barang-barang di umpetin, jadi korban keganasan Mr. Killer dan puncaknya mereka mengguyurku dengan 1 ember penuh air dan melempariku telur dan tepung juga colekan krim tart dimana-dimana. Huuft jadi kayak badut ancol begini aku jadinya.
Karena sudah seperti badut begini, mau tidak mau sebelum pulang aku harus mandi dulu di sekolah, kalau tidak? apa kata Dunia melihat cowok secakep aku kayak badut gini!. Tapi sialnya setelah aku selesai mandi, sudah bersih, sudah rapi,sudah ganteng lagi, teman-teman udah ngilang semua,aku di tinggal sendiri disekolah, secara hari juga udah mulai sore.
Saat aku melewati taman belakang sekolah menuju parkiran, dari kejauhan aku melihat seorang gadis duduk termenung sendiri di bangku reot taman. Ingin aku menghampirinya namun aku ragu, siapa sore-sore begini masih disekolah? Apalagi ditaman belakang sendirian? Daripada dihantui rasa penasaran akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya.
“ Kak Varra? Ngapain disini sendirian ? kok belum pulang?”
“Hi Valdo! Happy Birthday ya, wish you all the best, nih dek aku ada brownies buat kamu,maaf ya,aku gak bisa ngasih apa-apa ke kamu,ini brownies buatanku sendiri loh,special buat kamu,cobain deh! .” Aku mengambil Brownies dari kotak makan kak Varra.
mmm so delicious! Sumpah enak banget kak, Makasih ya kak!
“Iya sama – sama dek
Kakak kok belum pulang? Ini kan sudah sore!”
hmm,benar apa kata kamu, sudah sore,sebaiknya aku pulang.”
“ Aku antar pulang  yuk kak”
“ Ah tidak usah dek, aku bisa naik taksi kok, aku pulang dulu ya dek. Dihabisin ya browniesnya.” Wajah pucat kak Varra tersenyum manis padaku, sambil beranjak pergi.
“ hati-hati ya kak, terimakasih browniesnya.”
Gadis itu ternyata kak Varra, aku mengenalnya sekitar sebulan yang lalu saat aku dirawat dirumah sakit. Saat itu aku terkena penyakit Tifus dan harus dirawat berhari-hari di rumah sakit. Saat itu aku benar-benar bosan dan memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Saat aku  berjalan di koridor rumah sakit tiba-tiba aku ditabrak seorang gadis yang sedang berlari tergesa-gesa.
“ maaf, saya tidak sengaja” dia mengulurkan tangan membantuku berdiri. Akupun menggapai  tanganya dan berdiri.
“terimakasih, kenapa kamu berlari-lari?”
“Oh ya, ayo ikut aku” dia menggandeng tanganku dan berlari hingga berhenti di suatu tempat.
“nah disini aman” kata gadis itu
“Kenapa kamu berlari-lari seperti itu?”
“Aku bosan”
“Bosan kenapa?”
“ Aku bosan setiap hari dirumah sakit,setiap harus minum obat, kemotherapy, dll. Aku ingin pulang ”
         Sejak saat itu Kak Varra dan aku bersahabat. Kak Varra bercerita banyak padaku dan aku tak menyangka ternyata dia Kakak kelasku. Sejak mengenal dia aku tak pernah lagi kesepian di rumah sakit, karena saat aku merasa bosan, aku selalu mengajak kak Varra main bersama. Namun sejak aku keluar dari rumah sakit, aku tak pernah lagi bertemu dan main bersama dengan kak Varra,  di sekolah pun aku tak pernah bertemu denganya. Namun akhirya kita dipertemukan lagi sore ini di taman ini.
                                               * * * 
                                                                
         Sudah 3 hari ini aku dekat lagi dengan kak Varra,sejak hari selasa lalu, kita dipertemukan lagi di taman belakang sekolah ini. Setiap jam istirahat atau pulang sekolah aku selalu bertemu dia yang selalu duduk sendiri disini, di bangku reot taman belakang.
“Kakak kenapa sih kok suka menyendiri disini, setiap jam istirahat atau pulang sekolah aku selalu melihat kakak sendiri disini?.” Kak Varra hanya diam, hening sejenak.
“Disini aku bisa merasakan kedamaian, ketenangan yang mungkin tak lama lagi aku tak bisa merasakanya.”
“Maksud Kak Varra”
“Aku bosan dirumah melihat Orangtuaku bertengkar terus. Mereka juga udah gak peduli lagi kok sama aku. Kenapa sih mereka slalu pengen aku nurutin apa kata mereka,tapi mereka tak pernah peduli apa mau aku, gak pernah mengerti aku. Aku udah berusaha nurutin apa mau mereka, tapi aku selalu salah di mata mereka. Aku pengen seperti anak-anak lain yang bahagia bersama orangtuanya . Sedangkan aku, mereka slalu ninggalin aku demi urusan mereka sendiri. Aku hanya ingin mereka mengerti aku, aku hanya ingin kebersamaan,aku hanya ingin kasih sayang!” cerita kak Varra disertai air mata yang menetes di pipinya.
“Kakak yang sabar ya.”

Aku membiarkan dia jatuh dalam pelukanku. Aku baru tau dia adalah korban broken home.
                                        * * *  

        Sekarang jam istirahatku lebih banyak aku habiskan untuk menemani Kak Varra. Denger ceritanya, bercanda bersama dan tak lupa kak Varra slalu membawakanku Brownies di kotak makanya.
“ Kak kenapa sih, kakak suka ngasih aku brownies? Brownies kakak tuh brownies terlezat yang pernah aku makan lohh! Brownies buatan mamaku aja kalah! ;-)
“ Masa sih? Ngeledek nih! Aku kan juga emang baru belajar buat brownies,jadi ya maklumin aja rasanya!”
“Sumpah kak,aku gak ngledek kakak! Eh kak maen kerumahku yuk!; ) nanti kakak ajarin aku bikin brownies deh ;-)
“Hah,maen kerumahmu?Gak ah dek,gak usah,malu sama orangtuamu!”
“kenapa malu kak?gak papa lagi kak,Ayolah kak! Kalo gitu kita jalan-jalan yuk kak! Mau ya;)”
“Gak ah dek gak usah,ini juga udah sore,aku pulang dulu aja ya! Nanti kalo pulang kesorean takut di omelin mama!”
“Aku anter pulang ya kak!”
“Gak usah ah dek,aku udah biasa naek taksi kok!”
“Ayolah kak,dari tadi kakak kok nolak ajakanku terus sih!”
“Hhehe Maaf ya adek,mendingan kamu pulang aja dek,ni kan juga udah sore;),aku udah biasa naek taksi kok,aku pulang dulu ya dek!”
Kak Varra meninggalkan aku dengan senyum manis di bibirnya. Aku tak tau kenapa dari tadi kak Varra selalu menolak ajakanku. Diajak maen kerumah tak mau,di ajak jalan-jalan juga tak mau,Di ajak pulang barengpun juga tak mau! Aku kan hanya ingin membuat kak Varra senang Aku suka melihat senyuman manisnya. Aku tak ingin melihat kak Varra murung terus

        Teet..Teet.. akhirnya bel istirahat datang juga. Aku udah gak sabar pengen ketemu kak Varra. Kemarin aku lagi banyak tugas jadi aku gak bisa nemenin kak Varra di tempat biasa. Sekarang aku pengen banget bertemu kak Varra.  
        Aku langsung menuju taman belakang,tempat aku dan kak Varra biasa bertemu,bercanda bersama,berbagi cerita sambil makan Brownies bersamaJ. Dimana kak Varra?  Setibanya aku di taman belakang sekolah,aku tak menemukan seorang kak Varra. Mungkin dia lagi banyak kerjaan di kelas jadi tak kesini. Mungkin nanti pulang sekolah aku coba kesini lagiL
Kapan bel pulang berbunyi? Kenapa kak Varra tidak ada di taman belakang? Biasanya dia selalu disana. Apa kak Varra sakit?  Kak varra kemana? 

        Setelah bel pulang berbunyi aku langsung menuju ke taman belakang sekolah, tapi hasilnya? Aku tak juga menemukan seorang kak Varra disana.
Kakak kemana? Aku kangen kakak!
                                        * * * 
       
       Sudah 2 hari ini aku tak menemukan kak Varra di taman belakang tempat biasa kita bersama. Tak biasa kak Varra seperti ini. Jam istirahat ini aku langsung ke taman belakang sekolah,tempat dimana aku dan kak Varra selalu bertemu namun kali ini juga sama seperti hari-hari sebelumnya, mengecewakan, aku tak juga menemukan kak Varra. Tapi kali ini di bangku tua tempat Aku dan kak Varra bersama,aku menemukan kotak makan kak Varra dan secarik kertas.

    
Seindah senyuman yang mengembang dalam aliran rasa..
Seperti bintang yang memberi harapan di tengah kegelapan malam.. 
Disaat cinta hadirkan sejuta asa, juga rindu yang mulai menggebu,
Kau hilang tanpa kata.. 

Varra & Valdo                                          




Apa artinya? Apa maksud dari puisi ini?
Aku langsung menuju kelas kak Varra,aku ingin bertemu kak Varra dan penjelasan dari semua ini...
“Kak Nessa..” 
“ Hai Val,tumben kamu ke kelas 11, ada apa?”
Kak Varra ada gak kak??
Kak Nessa hanya terdiam,tak satupun kata terucap dari bibirnya, raut wajahnyapun berubah..
“Kak????”aku menyadarkan lamunan kak Nessa.
“Varra...??” Ucapnya pelan
“Iya kak Varra,?? Kak Varra mana?? Apa dia gak masuk? Apa dia sakit?”
“Kamu kenapa nyari Varra??”
“Aku pengen ketemu dia kak, 2 hari ini aku gak ketemu dia,dia....
“Apa 2 hari kemarin??” belum sempat aku menyelesaikan perkataanku kak Nessa udah menyela dengan raut tak percaya.
“Iya,kenapa kak?? Kok kaget gitu??emang kak Varra kemana sih kak? 2 hari ini kok...??”
“Valdo, Varra sudah meninggal 1 bulan yang lalu!” ucapnya pelan menyela perkataanku yang belum selesai ku ucapkan. Aku terdiam, badanku terasa lemas,aku tak percaya! Sungguh tak percaya. Tak mungkin! Kak Varra pasti masih hidup.
Ah kak Nessa bercandanya kelewatan deh,mana sih kak Varra?” Aku menyeruak masuk kelas mencari sosok kak Varra.
“Valdo,aku tidak bercanda,sebulan yang lalu Varra meninggal,leukimianya udah stadium akhir sudah tak bisa ditolong lagi, kita semua juga tidak menyangka kalau dia mengidap penyakit mematikan itu,dia selalu tersenyum menutupi apa yang terjadi padanya.”
“Tapi sumpah kak, 2 hari kemarin dan hari-hari sebelumnya aku masih ketemu kak Varra di taman belakang sekolah ,dan 2 hari ini dia menghilang oh iya aku tadi juga menemukan ini kak!”
Aku memberikan kertas itu ke kak nessa. Kak Nessa membacanya.
“Ini kan... salah satu puisi varra yang ditulis saat pelajaran Bahasa Indonesia beberapa hari sebelum dia meniggal, aku melihat sendiri dia menulis puisi ini, tapi kan dia tak ingin seorangpun melihatnya, termasuk aku, tapi kenapa….”
 “Sudahlah kak,tak ada yang tak mungkin, kakak bisa kan mengantarkanku ke makam kak Varra?”
                                       
                                        * * *   
        Hatiku terasa tersayat –sayat. Aku tak bisa lagi melakukan apa-apa lagi kecuali menerima kenyataan yang tak disangka-sangka ini.
Estella Varresalia ”, Kini aku hanya bisa menatap nisan yang tertulis indah namanya.

0 komentar:

Posting Komentar